Langkah inovatif dalam membangun fondasi karakter dan mentalitas aparat penegak hukum terus dihadirkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Banjar. Guna membentuk kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual dan profesional di bidang hukum, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, Kejari Kota Banjar menginisiasi program pembinaan rohani Islam yang berkelanjutan. Pembinaan karakter ini diwujudkan melalui skema pembacaan azan serta penyampaian kuliah tujuh menit (kultum) yang dilaksanakan secara bergiliran oleh para pegawai setelah menunaikan salat Zuhur dan Asar berjamaah. Kegiatan keagamaan yang penuh kekeluargaan ini dipusatkan di Masjid Al-Ikhlas, sebuah sarana ibadah utama yang berada di dalam kompleks Kantor Kejaksaan Negeri Kota Banjar.
Program spiritual ini resmi diluncurkan dan mulai diberlakukan sejak tanggal 14 September 2026. Hal yang membuat program ini unik dan bernilai tinggi adalah keterlibatan seluruh pegawai muslim tanpa memandang pangkat, kasta, maupun jabatan struktural. Prinsip kesetaraan dan keteladanan sangat dikedepankan dalam pelaksanaannya. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Bapak Dr. Erianto N., S.H., M.H., memberikan pencerahan langsung sekaligus teladan nyata dengan tampil sebagai penceramah atau pengisi materi kultum perdana pada hari pertama program ini digulirkan. Langkah kepemimpinan yang bersahaja ini kemudian secara konsisten diikuti oleh para Kepala Seksi (Kasi), Kasubbagbin, Kepala Subseksi (Kasubsi), Calon Jaksa, hingga staf operasional dan pegawai non-jaksa secara bergantian sesuai dengan jadwal roster yang telah disusun.
Setiap harinya, saat waktu salat fardhu Zuhur dan Asar tiba, pegawai yang mendapatkan giliran bertugas akan mengumandangkan azan dan iqamah. Seusai pelaksanaan salat berjamaah yang khusyuk, petugas yang ditunjuk sebagai penceramah akan maju ke depan jamaah untuk menyampaikan ceramah singkat berdurasi lima hingga tujuh menit. Materi yang dibawakan berfokus pada penguatan kejujuran, pesan-pesan moral, pentingnya menjaga amanah jabatan, ketakwaan, serta nilai-nilai keiklasan dalam melayani masyarakat.
Daya tarik dari keberadaan program kultum dan salat berjamaah ini ternyata tidak hanya dirasakan oleh internal korps adhyaksa saja. Seiring berjalannya waktu, shalat berjamaah dan rangkaian kultum di Masjid Al-Ikhlas ini juga turut diramaikan dan dihadiri oleh para pegawai dari berbagai instansi serta dinas-dinas Pemkot Banjar yang berkantor di sekitar lingkungan Kejari Kota Banjar. Melalui rutinitas ibadah bersama ini, Kejari Kota Banjar berhasil menciptakan iklim kerja yang harmonis, religius, serta makin solid dalam memperkuat integritas aparatur negara.